Keuntungan dan Perbedaan Dalam Menerapkan Karyawan Part Time, Magang, dan Freelance

Tuesday, April 13th 2021. | Uncategorized

Dalam dunia kerja, karyawan yang bekerja di didalam perusahaan umumnya tidak cuma terdiri berasal dari karyawan tetap.

Situs freelance – Terlebih bila perusahaan berikut telah memiliki skala yang cukup besar. Biasanya, tidak cuman karyawan tetap, anggota tim mereka juga ada yang terdiri berasal dari karyawan part time atau paruh waktu, karyawan magang, hingga pekerja terlepas atau freelancer.

Baik pada karyawan part time, karyawan magang, dan freelancer tentu saja memiliki perbedaan masing-masing, baik berasal dari aspek jam kerja hingga upah.

Hal ini amat perlu untuk diketahui HRD sehingga pihak perusahaan mampu memenuhi tiap-tiap hak dan kewajiban mereka. Jadi, apa saja perbedaan pada karyawan part time, karyawan magang, dan freelancer? Berikut ini penjelasannya.


Karyawan part time


Hingga selagi ini memang belum ada hukum atau aturan formal berasal dari pemerintah Indonesia yang mengatur mengenai seluk beluk mengenai karyawan part time atau paruh waktu. Secara singkat, karyawan part time mampu diambil kesimpulan sebagai karyawan yang jam kerjanya tidak cukup berasal dari karyawan full time.

Jam kerja full time adalah empat puluh jam seminggu atau delapan jam sehari. Nah, jam kerja part time tidak cukup berasal dari itu, umumnya tidak hingga tiga puluh jam didalam seminggu.

Umumnya, pekerjaan part time berwujud selagi dan terjadi selama periode khusus yang ditentukan perusahaan.

Perusahaan dengan karyawan part time umumnya yang menerapkan sistem pergantian shift seperti restoran, kafe, hotel, atau bar. Namun, karyawan part time selalu berlainan berasal dari karyawan shift biasa. Karyawan shift biasa bekerja selama kurang lebih delapan jam didalam satu kali shift, namun karyawan part time mampu tidak cukup berasal dari itu.

Lalu, berkaitan dengan upah, sekali ulang belum ada aturan formal yang membahasnya. Jadi, umumnya kuantitas upah ditentukan oleh perusahaan dan disepakati oleh karyawan. Selain itu, karyawan part time juga selalu berhak mendapat cuti.

Apabila merujuk pada Pasal 79 UU Ketenagakerjaan, entrepreneur harus berikan cuti kepada karyawan. Dalam setahun, karyawan part time mampu menyita dua belas hari cuti setelah bekerja selama dua belas bulan konsisten menerus.


Keuntungan bagi Perusahaan:


Bagi perusahaan, merekrut karyawan part time mampu menghemat pengeluaran dikarenakan mereka tidak ada kewajiban untuk membayar tunjangan, asuransi, atau iuran pensiun. Selain itu, perusahaan juga tidak harus dipusingkan dengan beraneka kerumitan seperti mengurus kontrak, kewajiban perlindungan jaminan, dan sebagainya.

Karyawan magang


Hal-hal berkaitan kerja magang telah diatur didalam UU Ketenagakerjaan. Dalam UU tersebut, pemagangan disebut sebagai anggota berasal dari sistem pelatihan kerja yang dijalankan secara terpadu pada pelatihan di instansi pelatihan dan bekerja segera di bawah pengawasan dan bimbingan instruktur atau karyawan yang lebih berpengalaman.

Tujuannya sehingga karyawan berkaitan mampu menguasai atau menaikkan keterampilan tertentu.

Biasanya, pemagangan dijalankan oleh mahasiswa S1 tingkat akhir. Sebelum lulus, mereka dituntut untuk merasakan segera bagaimana rasanya terlibat didalam dunia kerja sesungguhnya.

Nah, untuk jalankan pemagangan, harus ada perjanjian tertera pada peserta magang dan perusahaan. Jika tidak ada perjanjian, pemagangan dianggap tidak sah dan standing peserta berubah jadi karyawan perusahaan. Khusus bagi yang hendak magang di luar negeri, peserta harus mendapat izin berasal dari menteri.

Idealnya, menurut UU Ketenagakerjaan, magang mampu dijalankan maksimal selama setahun. Selama magang berlangsung, peserta magang berhak beroleh uang saku dan/atau uang transport, pernyataan kualifikasi kompetensi kerja berasal dari perusahaan, dan Jaminan Kecelakaan Kerja (jaminan sosial tenaga kerja).

Keuntungan Bagi Perusahaan:

Karena perusahaan cuma harus mengeluarkan uang saku dan/atau uang transport, merekrut karyawan magang pun mampu menunjang perusahaan menghemat pengeluaran. Selain itu, merekrut karyawan magang juga mampu jadi layanan branding perusahaan kepada calon karyawan berasal dari kalangan anak muda.

Ingat, umumnya karyawan magang umumnya tetap kuliah tingkat akhir. Setelah selesai magang, mereka pasti dapat bercerita mengenai pengalamannya kepada teman-temannya. Maka berasal dari itu, pastikan Anda memperlakukan karyawan magang dengan baik sehingga image perusahaan Anda juga positif.

Karyawan freelance


Peraturan mengenai aturan kerja karyawan freelance dibahas didalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep-100/Men/VI/2004 mengenai Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Di dalamnya mengupas mengenai Perjanjian Kerja Harian Lepas. Jadi, kalau mengacu pada KEPMEN tersebut, maka perjanjian pekerja terlepas merupakan anggota berasal dari PKWT. Hanya saja, ada sebagian perjanjian yang tidak menganut ketetapan lazim PKWT.

Idealnya, karyawan freelance bekerja selama periode selagi khusus yang ditetapkan perusahaan. Biasanya, jasa freelancer dibutuhkan perusahaan untuk menunjang jalankan proyek-proyek khusus.

Jika menganut pada Perjanjian kerja Harian Lepas, karyawan freelance seharusnya bekerja tidak cukup berasal dari 21 hari didalam satu bulan. Apabila karyawan bekerja selama 21 hari atau apalagi lebih berasal dari itu, maka statusnya dapat berubah jadi PKWT.

Besarnya penghitungan upah untuk karyawan freelance idealnya didasarkan pada volume pekerjaan yang diselesaikan didalam satu hari. Kehadiran juga umumnya jadi pertimbangan lain didalam penghitungan upah freelancer.

Nah, kuantitas upah per hari ini berbeda-beda di tiap perusahaan, terkait berasal dari kebijakan dan kesepakatan yang terjadi pada perusahaan dan karyawan freelance.

Keuntungan bagi perusahaan:


Apabila dibandingkan dengan karyawan part time dan magang, freelancer mampu dikatakan paling fleksibel.

Hal inilah yang jadi berlebihan utama di mata perusahaan. Fleksibilitas freelancer sangat mungkin Anda untuk menghendaki bantuannya kapan pun Anda membutuhkan. Karena tidak memiliki ikatan yang didalam dengan perusahaan, seorang freelancer juga umumnya memiliki ide-ide yang lebih fresh sehingga bagus untuk kemajuan perusahaan Anda.

Sudah jadi tugas HRD untuk jelas dan jelas standing tiap-tiap karyawan yang bekerja di perusahaan. Dengan begitu, HRD mampu menunjang perusahaan untuk memenuhi hak-hak mereka sekaligus mendorong mereka didalam selesaikan tiap-tiap kewajiban.

Nah, sehingga perihal berikut lebih ringan dilakukan, HRD mampu memanfaatkan Sleekr HR, yakni sebuah software HR yang dilengkapi dengan beraneka fitur untuk memenuhi kebutuhan terkini HR, merasa berasal dari administrasi, database, slip gaji, BPJS, PPh 21, apalagi hingga alur kerja.

Berkat perlindungan Sleekr HR, HRD mampu meminilasir terjadinya human error didalam mengelola tiap-tiap karyawan di perusahaan, baik itu karyawan tetap, magang, part time, hingga freelancer sekali pun.