Memahami Tentang Biodiesel B20 dan B50

Sunday, May 30th 2021. | Uncategorized

Sudah sejak September 2018 lantas pemerintah mobilisasi program biodiesel (B20). Melalui langkah itu, negara ternyata berhasil laksanakan penghematan impor minyak solar periode Januari-Juli hingga USD 1,66 miliar.


Mengingat keberhasilannya, Presiden Joko Widodo pun berencana meningkatkan levelnya menjadi B50 terhadap 2050. Inilah yang lantas ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.
Nah sesungguhnya apa itu istilah B20?


Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, Biodiesel B20 adalah pencampuran 20 % Biodiesel bersama dengan 80 % bahan bakar minyak type Solar.


Menyoal biodiesel atau biofuel sendiri, merupakan bahan bakar nabati yang bahan bakunya berasal dari bahan-bahan nabati/organik layaknya biji, buah, dan atau biomassa organik,” ucap Agung.

Selain dari Minyak Sawit (CPO), tanaman lain yang berpotensi untuk bahan baku biodiesel pada lain tanaman jarak, jarak pagar, kemiri sunan, kemiri cina, nyamplung dan lain-lain.


Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin memperjelas, angka di belakang huruf B bertujuan membuat memperlihatkan persentase Bio-Diesel, yang dicampur bersama dengan Diesel Fuel (Minyak Solar).


“Ini bertujuan membuat diversifikasi kekuatan sehingga tak hanya tergantung terhadap fossil fuel, melainkan tersedia alternatif lain terhadap kategori renewable energy alias bahan bakar yang sanggup diperbaharui,” ucap Ahmad Syafrudin.


Tujuan lainnya dari program tersebut, kata pria bersama dengan sapaan karib Puput, mengakibatkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan dengan menggunkan Fill Rite Flow Meter yang lebih akurat. Mengingat biodiesel BBM berbentuk Carbon Neutral, sebab diproduksi dari bahan nabati yg selama sistem budidaya nya menyerap CO2.


“Lalu ketiga, pencampuran tersebut sanggup melakukan perbaikan kualitas BBM bersama dengan memberi tambahan biodiesel yang memiliki persentase belerang nyaris 0. Berbeda bersama dengan solar yang persentase belerangnya sekitar 2.000 ppm. Ini menjadikan BBM lebih bersih,” kata Puput.


Positif dan Negatifnya

Keuntungannya sendiri kata Agung, B20 yang beredar kala ini baik di sektor PSO (public service obligation) maupun non PSO, memiliki berlebihan emisi lebih ramah lingkungan sebab persentase polutan CO2 lebih sedikit.


“Selain itu, memiliki pembawaan Solvent terhadap kotoran yang tersedia di mesin kendaraan, sehingga mengakibatkan mesin lebih bersih,” tutur Agung.


Puput memberi tambahan pengaruh positif dari program B20, kata Puput, sanggup mengakibatkan kendaraan lebih awet, apalagi sanggup lebih rendah cost perawatannya sebab biodiesel lebih bersih.


Kemudian, biodiesel memiliki cetane number di atas minyak solar, sehingga pembakaran menjadi sempurna. Hasilnya konsumsi BBM lebih irit, fuel economy lebih baik –jarak tempuh per liter lebih jauh.


“Sementara negatifnya, tidak ada. Kecuali teknologi kendaraan tidak mengatur karakteristik biofuel, bersama dengan membuat perubahan beberapa bagian part kendaraan, terutama seal karet yang condong lumer kala bersentuhan bersama dengan biofuel,” ucap Puput.


Naik ke B50

Bila B20 hanya menghalangi pencampuran Bio-diesel hanya di angka 20 % kala minyak solar 80 persen, untuk B50 beda lagi. Campuran biodieselnya menjadi lebih tinggi atau 50 persen, namun minyak solar 50 persen.


Di level ini, pemerintah makin sanggup kurangi ketergantungan akan bahan bakar fossil sebab pemanfaatan minyak solar makin kecil, kala bahan bakar nabatinya makin besar.
“Pada posisi ini tentunya kualitasnya akan makin bagus.

Namun mesti tersedia penyesuaian bersama dengan teknologi kendaraan, terutama mengganti seal engine dan penyempurnaan DPF (diesel particulate filter), yang berguna sebagai treatment emisi NOx.

Mengingat pemanfaatan Biodiesel condong meningkatkan emisi NOx; yang sanggup diatasi bersama dengan perbaikan DPF,” tuturnya.
Harga Jual


Terkait bersama dengan harga jual ecerannya sendiri di pasaran, Agung mengungkapkan, campuran apalagi bakar biodiesel B20 sama bersama dengan harga BBM type minyak solar.


“Ini sebab meraih insentif dana dari BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) didalam hal harga indeks pasar (hip) biodiesel lebih tinggi dari hip solar,” kata Agung.