Pertamina Luncurkan Bahan Bakar Kapal Rendah Sulfur

Tuesday, June 8th 2021. | Uncategorized

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit (RU) III Plaju meluncurkan bahan bakar kapal marine fuel oil (MFO) sulfur rendah 180 cSt (centistockes) di Plaju, Sumatra Selatan.

MFO bersama kadar sulfur maksimal 0,5% mass by mass (m/m) ini merupakan salah satu upaya perusahaan sediakan bahan bakar kapal yang sesuai bersama mandatori International Maritime Organization (IMO) berkenaan bahan bakar kapal bersama kadar sulfur maksimal 0,5% wt .

MFO selanjutnya bakal dilepaskan perdana dari Kilang Plaju sebanyak 7.000 Kiloliter (kl) melalui MT Medelin Expo menuju supply point STS Balikpapan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan RU III Plaju ini bakal mengolah MFO 180 cSt sebanyak 380.000 kl per th. atau tidak cukup lebih 200.000 barel per bulan dan mampu didistribusikan bagi kapal-kapal berbendera Indonesia maupun tak sekedar Indonesia yang memasuki pelabuhan di wilayah perairan Indonesia.


“Pertamina terus mengupayakan terobosan dan inovasi produk untuk mendukung program pemerintah bersama menyalurkan bahan bakar kapal sulfur rendah bagi kapal yang berlayar di perairan nasional. Kami menegaskan produk minyak bakar flow meter tokico ini sesuai pada ketentuan perairan internasional yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO),” katanya


Fajriyah memberi tambahan penyediaan BBM ini terhitung sejalan bersama Peraturan Menteri Perhubungan No. 29 Tahun 2014 berkenaan pencegahan pencemaran lingkungan maritim dikarenakan kadar sulfur pada bahan bakar kapal.

“Selain untuk memenuhi regulasi nasional dan internasional, bersama mengolah MFO Sulfur rendah 180 cSt, Kilang Plaju mampu memberi tambahan potensi peningkatan margin pada unit operasi.

Penerapan Bahan Bakar MFO sulfur rendah ini tentu terhitung berdampak pada pengendalian angka impor BBM sehingga diinginkan turut mendukung stabilitas nilai rupiah dan menghemat devisa negara,” tuturnya.


Melalui program ini, Pertamina bakal terus mengupayakan menanggung ketahanan stok BBM ramah lingkungan di pasaran. Saat ini, mengolah bahan bakar kapal MFO Sulfur rendah 180 cSt mampu dipenuhi 200.000 barel per bulan dari Pertamina RU III Plaju dan bakal dikerjakan optimasi ulang untuk mengolah hingga 300.000 barel per bulan.