Manfaat Ventilasi bagi Kesehatan dan Risiko Polusi Udara di Rumah

Sunday, June 13th 2021. | Uncategorized

Manfaat ventilasi yang baik tak cuma mengakibatkan rumah menjadi lebih nyaman, tetapi termasuk mengakibatkan penghuninya lebih sehat. Rumah yang tidak punya saluran ventilasi sanggup menambah risiko terjadinya infeksi pernapasan dan penyebaran penyakit yang diderita oleh penghuni rumah tersebut.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa mutu udara yang tidak baik di didalam rumah dikira menjadi tidak benar satu penyebab utama meningkatnya penyebaran penyakit menular dan kematian di negara-negara berkembang.

Anak-anak dan ibu rumah tangga adalah yang paling berisiko mengalaminya. Maka dari itu, ventilasi yang baik sanggup menjadi tidak benar satu solusi pada kondisi yang kerap tidak disadari dan terabaikan ini.


Mengenal Manfaat Ventilasi yang Baik bagi Kesehatan

Secara umum, ventilasi bermanfaat mengalirkan udara dari luar ke didalam ruangan dan sebaliknya, sehingga berjalan pergantian udara yang sehat untuk dihirup. Seiring dengan keluarnya udara dari dalam, ventilasi termasuk menjadi saluran keluarnya polusi dari didalam rumah.

Sirkulasi udara ini punya tujuan menciptakan ketersediaan udara bersih yang rendah polusi dengan maksud memelihara kelembapan dan suhu yang nyaman bagi penghuni di didalam bangunan.

Ventilasi yang baik adalah faktor perlu yang sanggup berdampak, tidak cuma kepada produktivitas dan kegiatan penghuninya, tetapi termasuk sanggup kurangi penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan.

Ada beberapa hal yang kudu diperhatikan selagi membangun ventilasi:

Volume dan mutu udara dari luar yang sanggup masuk melalui ventilasi. Ventilasi yang baik tidak cuma sanggup mengalirkan, tetapi sebaiknya sanggup menyaring udara juga.
Arah pergerakan udara, sebisa barangkali dari daerah yang bersih ke daerah yang kotor.
Udara dari luar kudu sanggup masuk ke tiap ruangan, menukar udara kotor dan polusi yang berjalan di didalam rumah.


Umumnya ada dua tipe ventilasi, yakni ventilasi alami dan mekanik. Ventilasi alami kebanyakan gunakan tiupan angin yang masuk melalui jendela, pintu, dan ventilasi-ventilasi di atas pintu atau jendela. Sementara ventilasi mekanik gunakan kipas angin yang di letakkan di didalam ruangan atau dipasang pada dinding untuk mengeluarkan dan memasukkan udara ke ruangan.

Berbagai Risiko Kesehatan Akibat Polusi Udara di Rumah

Banyak orang yang tidak tahu bahwa sumber polusi tidak cuma berasal dari luar, tetapi termasuk sanggup dari didalam rumah.

Contoh polusi yang berasal dari didalam ruangan adalah asap rokok, bakteri dan jamur, karbon dioksida, karbon monoksida, aroma pembersih rumah, mesin printer, pestisida, dan polusi dari kendaraan bermotor yang diparkir di didalam rumah.

Berikut beberapa detil yang kudu diamati untuk tahu peran perlu ventilasi:

Kompor mengeluarkan tidak benar satu gas paling beresiko jika dihirup berkelanjutan oleh manusia, yakni nitrogen dioksida. Gas ini sanggup mengakibatkan mengi, meskipun orang yang menghirupnya tidak menderita asma.


Saat membersihkan rumah, Anda justru sanggup memperburuk mutu udara didalam rumah jika pembersih yang digunakan mengandung zat yang beresiko dan terhirup.

Beberapa pembersih mengandung amonia, klorin, dan volatile organic compounds (VOCs) yang sesudah itu menguap ke udara sebagai gas. Bahan ini termasuk sanggup terkandung didalam cat dinding.


Hewan peliharaan yang tinggal di didalam rumah, lebih-lebih didalam kamar tidur, sanggup berdampak kepada mutu udara di didalam ruangan.

Meski terlalu Anda sayangi, Kedatangan mereka sanggup menjadi membawa serta polutan udara, layaknya tungau debu yang sanggup mengakibatkan alergi. Tungau debu ini sanggup ditemukan pada benda-benda di rumah, layaknya karpet dan bantal.


Penghuni yang merokok di didalam rumah berisiko mendatangkan bahaya, layaknya asma, bronkitis, dan kanker paru, bagi para perokok pasif yang tinggal bersamanya.

Asap yang terjerat di didalam rumah atau bangunan termasuk berisiko mengakibatkan sakit tenggorokan dan sakit kepala. Residu racun didalam rokok sanggup menempel pada beberapa benda di didalam rumah hingga selagi yang lama. Misalnya pada bantal, pakaian, atau karpet.


Kualitas udara yang tidak baik berisiko mengakibatkan bervariasi problem kesehatan, layaknya batuk, sakit tenggorokan, mata berair, atau sesak napas. Seorang penderita asma barangkali dapat mengalami serangan asma.

Dalam jangka panjang, mutu udara tidak baik sanggup mengakibatkan penghuni rumah mengalami flu yang tidak kunjung sembuh, bronkitis, sakit kepala yang tetap berulang, dan asma yang kerap kambuh.


Rumah yang terlalu lembap mengakibatkan pertumbuhan jamur, dan lebih-lebih didalam jangka panjang sanggup mengakibatkan kerusakan rumah.


WHO menyatakan bahwa asap dari pembakaran di didalam rumah, bila tungku api untuk memasak, mengakibatkan setidaknya empat juta orang meninggal tiap-tiap tahunnya. Pembakaran ini menghasilkan senyawa kimia berbahaya, layaknya karbon monoksida, yang sanggup turunkan proses kekebalan tubuh dan menambah risiko penyakit pernapasan, antara lain pneumonia dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).


Faktor Pendukung Ventilasi yang Baik

Untuk meminimalkan risiko-risiko tidak baik di atas, penempatan ventilasi kudu disertai dengan beberapa langkah berikut:

Jendela yang terbuka lebar untuk membiarkan udara masuk ke ruangan. Tapi jendela ini termasuk memungkinkan polusi dari luar masuk ke didalam rumah, layaknya asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan debu dari jalan raya. Solusi yang lebih baik adalah jendela yang ditambah penyaring, layaknya kasa yang sanggup mengalirkan udara masuk, tetapi sanggup menahan debu masuk ke didalam rumah.


Nyalakan AC untuk memelihara ruangan tidak lembap.

Untuk kurangi risiko gas berbahaya, pilihlah bahan pembersih dan cat yang bertuliskan ’tidak mengandung VOC’. Jenis pembersih yang berwujud semprot dapat mengakibatkan pelepasan gas beresiko ke udara.

Oleh karenanya, lebih baik gunakan pre-filter menyaring udara yang akan masuk dalam sistem tata udara, sehingga udara yang masuk akan menjadi lebih bersih dan segar. Untuk ruangan seperti di hotel, mall, perumahan, dan perkantoran maka pre filter sudah dianggap cukup untuk membersihkan udara yang akan disirkulasikan dalam sistem tata udara.


Rumah yang terlalu lembap kerap kali diakibatkan oleh aliran air yang tidak terkontrol. Tutup tempat-tempat wilayah air bocor, menetes, atau merembes, layaknya gudang, loteng, atau garasi. Periksa dan segera perbaiki jika ada atap yang bocor. Sedapat barangkali keringkan busana di luar ruangan.


Untuk menahan gas dari kompor terjerat di didalam dapur, nyalakan kipas angin atau pastikan untuk terhubung jendela di kira-kira dapur. Selain itu, servis dan membersihkan kompor Anda secara teratur untuk kurangi risiko memproduksi gas berbahaya.


Tungau debu kebanyakan berkembang biak didalam ruangan yang lembap. Memperbanyak ventilasi dan menyalakan AC sanggup memelihara sehingga ruangan selalu kering.

Sebisa barangkali tidak kudu menutup lantai atau dinding dengan karpet dikarenakan berisiko menjadi daerah tungau debu hidup. Bersihkan debu pada perabot rumah secara teratur dengan vacum cleaner dan lap.


Langkah utama membiarkan rumah dari kepulan asap rokok adalah dengan mengakibatkan semua penghuni berhenti merokok. Namun jika tidak memungkinkan, Anda setidaknya sanggup berharap perokok untuk merokok di luar rumah.


Sedapat mungkin, jaga sehingga ventilasi dapur dan kamar mandi segera terhubung dengan udara luar. Dua ruangan ini adalah sumber utama tingginya kandungan kelembapan udara didalam rumah.


Kesehatan sebetulnya bermula dari rumah. Periksa apakah daerah tinggal atau daerah Anda bekerja telah mencukupi standar kesehatan, termasuk standar ventilasi yang baik. Jika Anda sedang mencari daerah tinggal baru, pastikan memeriksa kelayakan saluran udaranya untuk lebih menanggung lingkungan hidup yang sehat bagi keluarga.