Jenis Rumput Gajah Pakan Ternak Serta Cara Budidaya Rumput Gajah

Monday, September 6th 2021. | Uncategorized

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang jenis rumput gajah pakan ternak serta cara budidaya rumput gajah. Langsung saja simak penjelasan dibawah ini.

Jenis Rumput Gajah Pakan Ternak

Rumput gajah( pennisetum purpureum) merupakan rumput berukuran besar serta memiliki nutrisi besar, umumnya dipakai selaku pakan ternak semacam sapi, kambing ataupun gajah. ketahanan rumput gajah dari cuaca panas merupakan kelebihan yang jarang di dapat dari tumbuhan sejenis lain.

Rumput gajah biasanya mudah ditemukan di persawahan. Pada saat dewasa rumput ini dapat dilihat ciri-cirinya pada ketinggian 3-5 meter, batangnya bulat dan strukturnya kuat. Daunnya berbulu, panjang daunnya bisa mencapai 90 sentimeter, runcing, dan bunganya berbentuk seperti lilin. Setidaknya ada tiga spesies rumput gajah, yaitu spesies Afrika dan spesies Hawaii.

Setiap spesies rumput gajah memiliki karakteristik yang berbeda, karena spesies Afrika memiliki batang dan daun kecil, tumbuh tegak, dan memiliki bunga dan hasil lebih banyak daripada spesies Hawaii.

Meskipun varietas Hawaii memiliki batang dan daun yang lebar, ia tumbuh berkelompok, tetapi sedikit menyebar dan mekar. Rumput ini bisa dicacah terlebih dulu memakai mesin pencacah rumput lalu dicampur bahan lain seperti sekam yang sudah digiling menggunakan mesin giling sekam.

Cara Budidaya Rumput Gajah

1. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah buat rumput gajah hendaknya dicoba menjelang atau pada awal masa hujan. Tanah yang sudah bersih/ bebas dari tanaman liar khususnya semak- semak berkayu dibajak/ dicangkul untuk membalikan tanah serta diratakan.

Sesudah tanah rata terbuat lubang tanam dengan dimensi 20 centimeter x 20 centimeter( biasanya selebar mata cangkul) kedalamannya sekitar 20- 25 centimeter.

Sehabis lubang tanam siap, masukkan pupuk kandang ke dalam lubang kurang lebih 0, 5 kilogram, campur dengan tanah sehingga lubang tanam terisi penuh.

Pada tanah masam( ph 4- 5, 5) perlu pengapuran dengan memakai kapur pertanian( kaptan) dengan takaran yang disesuaikan dengan kemasaman tanahnya.

2. Penanaman Dengan Stek 

Stek yang hendak ditanam adalah batang yang tidak sangat muda, potongpotong sepanjang 20- 30 centimeter, sehingga terdapat 2 hingga 3 ruas setiap potongannya. Stek batang ditanam miring dengan posisi 30- 40 derajat dengan 1- 2 ruas masuk ke dalam tanah dan satu ruas terdapat di atas permukan tanah.

Satu lubang tanam ditanami dua stek. Sehabis penanaman diusahakan agar rumput yang baru ditanam mendapat pengairan pada hari yang sama jika tidak turun hujan harus disiram.

3. Penanaman Dengan Anakan

Saat sebelum ditanam diseleksi anakan yang tidak terlalu muda serta rumpun yang pertumbuhannnya bagus. Untuk setiap lubang tanam, hendaknya anakan terdiri dari 2- 3 batang, upayakan akarnya masih dalam keadaaan yang baik. Potong bagian atas anakan sehingga tersisa kurang lebih 30 centimeter.

Anakan ditanam pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian tanah agak dipadatkan agar tanaman tidak goyah. Upayakan agar rumput yang baru ditanam mendapat pengairan pada hari yang sama. Kalau tidak tumbuhan wajib disulam.

4. Pemanenan

Panen awal rumput gajah dilakukan pada usia 90 hari pasca- tanam. panen berikutnya 40 hari sekali pada musim hujan serta 60 hari sekali pada masa kemarau. Besar pemotongan dari permukaan tanah kira- kira 10–15 centimeter. Produksi hijauan rumput gajah antara 100- 200 ton rumput fresh per hektar per tahun. Pembaharuan tumbuhan tua dilakukan sehabis 4- 6 tahun untuk diganti dengan tumbuhan yang baru.

Demikian artikel yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa bermanfaat.