Kesehatan

Tipe – Tipe Home Care Sesuai Dengan Kebutuhan

Terdapat banyak sekali pilihan tipe home care diluar sana yang tersedia untuk membantu orang – orang yang membutuhkan bantuan khusus untuk menjalani kehidupan mereka sehari – hari dengan lancar. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan menjelaskan mengenai tipe – tipe home care yang tersedia, sehingga nantinya anda dapat memilih tipe mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Simaklah penjelasannya berikut ini :

Apa Itu Home Care ?

home care

Sebelum membahas mengenai tipe – tipe home care, ada baiknya jika kita memahami terlebih dahulu apa itu home care. Home care atau yang bisa juga disebut dengan perawatan dirumah, adalah ketika staf perawatan melakukan perawatan di rumah orang yang membutuhkan perawatan tersebut. Biasanya hal ini diatur oleh dewan lokal atau agensi privat penyedia jasa home care.

Home care merupakan pilihan yang tepat bagi orang yang ingin tetap tinggal di rumahnya sendiri tetapi membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat menjalani kehidupannya sehari – hari. Orang – orang yang membutuhkan bantuan ini contohnya saja lansia, orang dengan disabilitas, dan orang yang sedang sakit atau dalam masa pemulihan. Perawat home care yang bekerja pada bidang ini pun tidak boleh sembarangan dipilih. Perawat home care harus memiliki dasar pendidikan kesehatan yang jelas. Hal ini karena perawatan home care memerlukan pengetahuan khusus mengenai cara perawatan kesehatan yang benar di rumah.

Tipe – Tipe Home Care

Apabila anda tertarik untuk menggunakan home care atau membutuhkannya untuk kebutuhan orang – orang tercinta anda, anda pertama – tama perlu terlebih dahulu mengidentifikasi jenis perawatan home care apa yang anda butuhkan. Terdapat beberapa tipe home care yang dapat anda pilih tergantung pada kebutuhan anda. Tipe – tipe tersebut diantaranya :

  1. Perawatan Personal

Tipe perawatan home care yang satu ini berupa dukungan untuk melakukan tugas pribadi sehari – hari yang mungkin sulit untuk dilakukan oleh orang yang sakit atau lansia. Perawatan ini mencakup tugas – tugas seperti berpakaian, mencuci, bercukur, pergi ke toilet, dan perawatan personal lainnya. Perawat home care biasanya akan menggunakan slider untuk dapat memindahkan orang dengan kemampuan mobilitas yang kurang. Pasien dapat menentukan sendiri perawatan personal seperti apa yang mereka inginkan, seperti produk home care apa yang ingin digunakan dan support seperti apa yang mereka inginkan. Semua perawatan personal ini dilakukan dengan cara hormat dan bijaksana dengan menjunjung tinggi martabat orang yang dirawat tersebut.

  1. Perawatan Persahabatan

Perawatan persahabatan sangat cocok untuk orang lanjut usia yang kesepian atau memiliki resiko kesepian. Orang – orang lanjut usia ini pada dasarnya masih cukup sehat untuk dapat hidup mandiri dan tidak ingin pindah ke panti jompo atau tempat perawatan lansia lainnya. Yang mereka butuhkan adalah teman untuk menemani mereka agar tetap bahagia dan sehat secara mental. Walaupun terdengar sepele, kesepian merupakan masalah besar yang mempengaruhi banyak sekali orang. Memiliki seseorang untuk diajak bicara atau ngobrol dapat membantu meningkatkan percaya diri seseorang, menjaga keterampilan sosial, dan menghindari atau meredakan depresi.

  1. Perawatan Demensia

Seiring dengan bertambahnya usia, banyak orang yang ingatannya terganggu atau semakin kabur, contohnya saja seperti terkena penyakit Alzheimer atau penyakit demensia. Orang – orang yang memiliki penyakit ini membutuhkan perhatian khusus agar tetap dapat menjalankan kegiatan rutin sehari – hari mereka dengan lancar. Biasanya, perawat yang bekerja pada tipe home care ini dilatih untuk menghadapi perilaku menantang dan akan mengenali setiap orang sebagai individu. Dengan cara ini, mereka akan mengetahui situasi seperti apa yang mereka harus atasi, contohnya saja pasien akan merasa bingung pada waktu atau tempat tertentu, dengan adanya perawatan demensia ini, perawat akan berusaha dengan cara terbaik yang dapat mereka lakukan untuk membantu mereka.

November 10th 2020 | Kesehatan



Ciri-ciri Bayi Tumbuh Gigi

Identitas balita berkembang gigi dapat berbeda antara satu balita dengan balita yang lain. Nah, dengan mengidentifikasi ciri- cirinya, Ibu tidak butuh takut ataupun bimbang dikala mengalami Sang Kecil yang rewel akibat lagi berkembang gigi.

Gigi awal balita biasanya hendak berkembang dikala merambah umur 4–6 bulan. Gigi awal yang timbul umumnya merupakan 2 gigi depan ataupun gigi seri di gusi bagian dasar sebelum jadwal imunisasi anak.

Kala lagi berkembang gigi, balita bisa jadi hendak merasa tidak aman, paling utama di bagian gusinya. Rasa tidak aman tersebut dapat terjalin sepanjang sebagian hari sampai sebagian bulan akibat gigi yang berkembang secara bertepatan.

Mengidentifikasi Karakteristik Balita Berkembang Gigi dengan Mudah

Supaya tidak bimbang apakah Sang Kecil rewel akibat berkembang gigi ataupun sebab pemicu lain, terdapat identitas balita berkembang gigi yang butuh Ibu tahu, di antara lain:

  1. Gusi bengkak

Buat mencari ketahui apakah Sang Kecil memanglah lagi hadapi berkembang gigi, cobalah membuka mulutnya secara lama- lama. Balita yang lagi berkembang gigi biasanya hadapi gusi bengkak serta kemerahan, dan bisa jadi nampak memar.

Terkadang, Ibu pula bisa memandang terdapatnya gigi yang timbul secara samar di dalam gusi Sang Kecil yang lagi meradang tersebut.

  1. Gusi gatal Menggigit serta mengisap benda di sekitarnya

Dikala berkembang gigi, balita hendak merasa gusinya terasa gatal. Bagaikan respons dari rasa gatal tersebut, balita hendak menggigit ataupun mengisap barang yang terdapat di sekitarnya, baik mainan ataupun kain.

  1. Banyak menghasilkan air liur

Sampai dikala ini, belum dikenal kenapa berkembang gigi dapat menimbulkan penciptaan air liur berlebih pada balita. Tetapi, keadaan ini diprediksi terjalin sebab terdapatnya kenaikan gerak otot di mulut balita sepanjang proses berkembang gigi.

Perihal ini merangsang kinerja kelenjar ludah jadi lebih aktif, sehingga penciptaan air liur juga jadi lebih banyak dari umumnya.

  1. Ruam di dekat mulut

Sebagian balita bisa hadapi ruam di dekat mulut dikala giginya berkembang. Perihal ini terjalin sebab penciptaan air liur berlebih dapat menimbulkan zona dekat mulut jadi lembap.

Bila Ibu memandang air liur telah membasahi zona dekat mulut Sang Kecil, lekas bilas dengan lap ataupun tisu bersih buat menghindari timbulnya ruam.

  1. Tidak nafsu makan

Identitas balita berkembang gigi yang lain merupakan hadapi penyusutan nafsu makan. Pada sebagian balita, keadaan ini apalagi membuat mereka menolak buat makan serta minum sama sekali. Perihal ini umumnya dipicu oleh peradangan gusi yang biasanya terjalin dikala gigi berkembang.

  1. Rewel pada malam hari

Balita yang lagi berkembang gigi cenderung jadi lebih rewel ataupun susah tidur di malam hari. Perihal ini disebabkan laju perkembangan gigi hendak hadapi kenaikan pada waktu malam.

  1. Demam

Tidak hanya hilangnya nafsu makan, peradangan gusi yang terjalin dikala gigi mulai berkembang dapat membuat balita hadapi demam. Tetapi, Ibu diajarkan buat lekas bawa Sang Kecil ke dokter, terlebih bila temperatur badannya lebih dari 38o Celsius ataupun demam berlangsung lebih dari 2 hari.

Metode Menenangkan Balita yang lagi Berkembang Gigi

Buat menanggulangi rasa tidak aman akibat berkembang gigi pada balita, Kamu dapat melaksanakan bermacam berbagai perihal simpel di rumah, semacam:

Menyikat gusi secara perlahan

Buat kurangi rasa tidak aman akibat peradangan gusi yang dirasakan Sang Kecil, Ibu dapat menyikat gusinya secara lama- lama dengan jari ataupun kain bersih berbahan lembut.

Membagikan teether

Ibu dapat membagikan teether ataupun mainan spesial yang bisa digigit Sang Kecil guna kurangi rasa gatal serta tidak aman pada gusi akibat gigi berkembang. Tetapi, saat sebelum memberikannya ke Sang Kecil, Ibu diajarkan buat mendinginkan teether terlebih dulu di dalam kulkas sepanjang sebagian dikala.

Membagikan santapan dingin

Apabila Sang Kecil sudah berumur 6 bulan ke atas, Ibu bisa membagikan potongan apel ataupun santapan lain yang sudah didinginkan. Perihal ini bisa kurangi rasa tidak aman yang dirasakan Sang Kecil akibat berkembang gigi. Jangan kurang ingat buat senantiasa mengawasi Sang Kecil dengan baik supaya dia tidak tersedak.

Dengan mengidentifikasi identitas balita berkembang gigi, Ibu bisa mengenali metode pas buat menyikapi respons Sang Kecil. Ibu pula tidak butuh takut apabila perkembangan gigi Sang Kecil agak lelet.

Sepanjang perkembangan tulang, kulit, serta rambutnya berjalan wajar, sesungguhnya tidak terdapat yang butuh Ibu risaukan. Tetapi, hendaknya konsultasikan ke dokter apabila sampai umur 18 bulan, Sang Kecil tidak kunjung berkembang gigi.

November 6th 2020 | Kesehatan